The Inversion!

Eksistensi manusia sungguhan dicurigai sebagai bot, sebaliknya bot dianggap manusia. Kita sudah melewati masa The Inversion dan tidak mungkin mengembalikannya.

Pada akhir November 2018 terjadi kasus penipuan periklanan digital terbesar sepanjang sejarah dengan kerugian mencapai $37 juta. Kejadian tersebut diungkap peneliti keamanan yang menamai bot tersebut Methbot dan 3ve. Delapan orang berkebangsaan Rusia, Kazakhstan dan Ukraina ditetapkan sebagai tersangka oleh Pengadilan Federal AS di Brooklyn.

Ada dua tujuan utama pengiklan yakni;

  1. Iklan dilihat banyak orang.
  2. Tayang disitus premium seperti Detik.

Namun dengan kecanggihan teknologi kedua hal tersebut dipalsukan!

Dalam investigasi terungkap sekitar 1.7 juta komputer terinfeksi malware di sulap menjadi bot yang membuat iklan seolah-olah tayang disitus premium. Padahal interaksi yang diperoleh iklan seperti klik dan view dilakukan oleh bot. Menurut peneliti interaksi tersebut sangat mirip dengan manusia sehingga pengiklan dapat dibodohi.

Kasus diatas sebagai contoh bahwa tidak semua lalu lintas di internet adalah manusia. Dengan kecerdasan buatan lalu lintas dipalsukan demi mendapatkan keuntungan instan.

Dalam studi mengungkap lalu lintas yang dibuat oleh manusia sungguhan kurang dari 60%, selebihnya adalah bot. Tahun ini menurut laporan Times setengah lalu lintas di YouTube adalah “bot yang menyamar sebagai manusia sungguhan”. YouTube menyadari hal tersebut tetapi ragu mengambil tindakan tegas karena kelakukan bot sangat-sangat mirip dengan manusia. Kenapa? Karena bisa saja YouTube membuat kesalahan fatal dengan menganggap lalu lintas dari manusia sebagai bot dan bot dianggap manusia. Mereka menyebut fenomena bot yang telah melampaui manusia sebagai “The Inversion” atau Pembalikan.

Faktanya selama bertahun-tahun jumlah bot telah melebihi jumlah manusia. Seuatu yang dahulu nyata dan tak diragukan kini berangsur dianggap palsu, sebaliknya dahulu yang palsu kini mulai nyata.

Studi sudah saya lakukan dengan berulang kali memposting hal yang sama dalam kolom komentar dan grup di Facebook. Karena tindakan tersebut saya dianggap sebagai bot padahal eksistensi saya didunia ini nyata adanya. Sebaliknya lalu lintas bot seperti menambah pengikut secara otomatis dianggap nyata! Atau ketika Anda melihat postingan baru di timeline dari perusahaan atau tokoh publik, bisa saja dilakukan oleh bot. Ya, The Inversion benar-benar menakutkan.

Ada juga manusia yang menyamar sebagai bot atau manusia memalsukan diri menjadi manusia lain. Programer menciptakan alat bernama “Chat Bot” dengan tujuan menggantikan eksistensi manusia. Mereka membuat bot dapat belajar menjadi manusia sungguhan. Dan benar terjadi bahwa dimasa depan manusia akan tergantikan oleh bot atau mesin buatannya sendiri.

Puncak tertingginya kemanapun kita menuju akan diminta membuktikan bahwa kita adalah manusia sungguhan. Ada robot penjaga berukuran sangat besar menyajikan huruf acak dan memerintahkan untuk mengetik huruf tersebut dengan benar. Atau disuruh memilih gambar yang ada mobilnya, atau zebra cross atau lampu lalu lintas.

Tidak mungkin mengembalikan kita sebagai manusia sungguhan. Kepercayaan dan kebenaran telah memudar di internet. Tidak semua metrik adalah data yang benar, begitu juga bisnis dan uang.