Selamat Tinggal Artikel Gratis

Era baru dimulai, tidak ada lagi konten gratis. Saatnya berpikir keras ciptakan konten berkualitas.

Kemunculan Ad Blocker bak hantu disiang bolong yang menakuti advertiser dan publisher diseluruh dunia. Bagaimana tidak, iklan habis diberantas dan berdampak pada penurunan tajam penghasilan publisher. Kenyataannya saya juga pasang Ad Blocker karena iklan mengikis kuota percuma, membebani kecepatan dan menurunkan estetika situs web.

Mungkinkah jaringan iklan Adsense akan mati karena Ad Blocker? Kenyataannya bisa saja terjadi dikarenakan netizen semakin cerdas. Tapi tidak dalam waktu dekat.

Fakta berbicara

Sebuah survey oleh IAB (Interactive Advertising Bureau) pada tahun 2016 mendapatkan fakta bahwa sebanyak 26% netizen menginstal Ad Blocker di komputer. Dan 15% juga menginstalnya di smartphone. Alasannya beragam mulai dari masalah privasi, kecepatan load situs, dan menganggu pandangan.

Situs Wired.com menawarkan langganan 1 tahun sebesar 5 dolar.

Pengguna Ad Blocker semakin masiv memaksa publisher wajib mencari cara agar bisnis tetap berjalan salah satunya konten premium. Beberapa tahun lalu sangat jarang ditemukan tetapi sejak 2018 semakin marak publisher menawarkannya. Hampir semua situs populer mencoba keberuntungan dari menjual konten dengan kualitas terbaik.

Jika kamu blogger yang masih berkutat mendapatkan rupiah dari iklan tradisional seperti Adsense atau sejenis, sudah saatnya brainstrom membuat konten premium.

Kenapa? Karena Google dan Apple terang-terangan bekerjasama menciptakan teknologi Ad Blocker di browser Chrome dan Safari sehingga pengguna tidak perlu lagi menginstal dari pihak ke-tiga. Apakah benar demikian? Saya rasa tidak karena sepertinya baik Google dan Apple akan tetap meloloskan produk iklan mereka meskipun sudah ada sistem pemblokir iklan yang ditanam dalam browser secara default. Jadi cara paling ampuh tetap memakai Ad Blocker pihak ke-tiga yang tidak ada kaitannya dengan mereka berdua.

Persiapkan uang lebih

Konten premium nyata adanya dan semakin masiv menyebar dari kesemua media online. KONOTASI.COM sendiri memasang tarif Rp 1 juta per-tahun dengan jaminan interaksi sugguhan dengan orang berdedikasi.

Dalam 10 tahun kedepan bisa saja semua konten menjadi premium dan kamu sebagai pembaca harus merogoh kocek untuk menikmati konten berkualitas. Sementara ini beberapa situs tetap menggratiskan beberapa konten, setelah kuota habis kamu harus membayar untuk lanjut membaca.

Apakah cara tersebut efektif? Faktanya benar demikian karena di internet jutaan artikel dibuat setiap hari. Salah satu cara mendapatkan artikel terbaik adalah dengan membayar, jika tidak kamu hanya akan dibuat bingung. Umumnya artikel gratis isinya tidak lengkap dan menggantung.

Lalu apa tindakan selanjutnya? Nikmati konten gratis karena tetap ada beberapa yang memang memiliki kualitas. Jika kamu tidak menyukai iklan ya sudah, bantu publisher lewat berlangganan.